Warta 30 Agustus 2020
Tahun XI - No.29

Menyangkal Diri dan Memikul Salib

[Download versi lengkap warta - PDF]

Matius 16:24 – 27

16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Setelah Kristus memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus menderita, dan bahwa Ia telah siap dan bersedia untuk menderita (Matius16:21), Ia memberi tahu murid-murid-Nya sekarang bahwa mereka juga harus ikut menderita, dan harus siap dan bersedia untuk itu. Perkataan dalam ayat-ayat ini sungguh sangat bernilai maknanya.

ASAS-ASAS PEMURIDAN

Di sinilah asas-asas pemuridan diletakkan dan persyaratannya ditetapkan, dan berdasarkan asas-asas inilah kita memperoleh kehormatan dan manfaat sebagai murid (ayat 24). Hal ini dikatakanNya kepada murid-muridNya, supaya bukan saja mereka harus mengajarkannya kepada orang lain, tetapi juga supaya mereka menggunakan asas-asas ini untuk menguji keamanan diri mereka sendiri.

1. Apa artinya menjadi murid Kristus

Menjadi Murid Kristus artinya, mengikuti Dia. Ketika Kristus memanggil para murid-Nya, Ia mengucapkan kata-kata perintah, "Ikutlah Aku". Murid Kristus yang sejati adalah seorang yang mengikut Dia di dalam menjalankan tugas, dan akan terus mengikut Dia sampai mencapai kemuliaan-Nya. Orang itu harus mengikut Dia, bukan mengatur-atur Dia melakukan ini dan itu, seperti yang barusan diperbuat Petrus yang lupa daratan (Matius 16:22). Seorang murid Kristus akan mengikut Dia, seperti domba mengikut gembalanya, seperti pelayan yang mengikut tuannya, prajurit yang mengikut komandannya.

2. Syarat-syarat

Hal-hal besar apa yang disyaratkan Kristus bagi orang-orang yang ingin menjadi murid-Nya. Setiap orang yang mau mengikut Aku (Matius16:24). Hal ini menunjukkan adanya pilihan yang disengaja. Ada sukacita, dan ketetapan hati di dalam pilihan itu. Banyak orang menjadi murid lebih karena kebetulan atau karena keinginan orang lain, daripada karena kehendak sendiri. Namun Kristus menghendaki para pengikut-Nya datang dcngan sukarela (Mazmur110:3). Seolah-olah Kristus berkata, "Jika di antara orang-orang ini ada yang bukan murid-Ku, tetapkanlah hatimu terlebih dahulu untuk mengikut-Ku. dan jika kamu memang murid-Ku, maka tetapkanlah hatimu juga untuk taat kepada-Ku. Sekarang, apakah persyaratan-persyaratan itu?

(A) Ia harus menyangkal dirinya.

Sebelumnya Petrus menasihati Kristus untuk menyayangi diri-Nya sendiri (Matius16:22), dan dia mungkin akan memberi nasihat yang sama untuk kasus yang serupa. Namun, Kristus memberi tahu mereka semua. bahwa mereka harus sangat jauh dari menyayangi diri mereka sendiri, dan malah sebaliknya, harus menyangkat diri sendiri. Dalam hal ini mereka harus mengikut Kristus, karena kelahiran-Nya, kehidupan-Nya, dan kematian-Nya, semua merupakan tindakan penyangkalan diri yang tiada henti-hentinya, sebuah pengosongan diri sendiri (lihat Filipi2:7-8).

Penyangkalan diri memang merupakan pelajaran yang sulit dan keras, dan bertentangan dengan watak daging dan darah. Namun, tindakan ini tidak lebih dari apa yang telah dipelajari dan dikerjakan oleh Guru kita di hadapan kita dan untuk kita, keduanya untuk penebusan kita dan sebagai petunjuk bagi kita. Lagi pula seorang hamba tidak tebih dari tuannya, Perhatikanlah, semua murid dan pengikut Yesus Kristus harus menyangkal diri mereka sendiri. Kita harus menyangkal diri kita sendiri sepenuh-penuhnya, kita tidak boleh mengagumi bayangan kita sendiri atau melampiaskan suasana hati kita sendiri yang uring-uringan. Kita tidak boleh bersandar pada pengertian kita sendiri atau mencari kepentingan diri sendiri, juga tidak boleh hidup untuk tujuan kita sendiri.

(B) Ia harus memikul salibnya.

Yang dimaksudkan dengan salib di sini adalah seluruh penderitaan kita, baik yang kita derita sebagai manusia maupun sebagai orang Kristen, meliputi segala kemalangan karena ketentuan ilahi, penganiayaan oleh karena kebenaran, setiap masalah yang menimpa kita, baik karena berbuat baik ataupun karena tidak melakukan sesuatu yang jahat. Segala kesukaran yang kita derita sebagai orang Kristen sangat cocok disebut salib-salib, karena mengingatkan kita akan kematian di atas kayu salib, yang dialami Kristus karena ketaatan-Nya. Salib-Nya itu seharusnya membuat kita bersedia menerima segala kesukaran kita dan tidak usah takut kepadanya. Salib-Nya itu seharusnya membuat kita sadar bahwa sama dengan Dia. kita juga harus menanggung kesukaran, karena Dia juga telah menanggungnya sebelumnya bagi kita.

(C) Ia harus mengikut Aku

Khususnya dalam hal memikul salib, Orang-orang kudus yang menderita haruslah memandang Yesus, dan menerima petunjuk serta dorongan semangat dari-Nya ketika menderita. Apakah kita sedang memikul salib itu? Kalau ya, itu berarti, kita mengikut Dia, yang telah memikul salib itu di depan kita, menanggungnya bagi kita, dan dengan demikian mengambil dan memikulnya dari kita. la telah memikul bagian berat dari ujung salib itu, bagian yang mengandung kutuk, bagian yang berat itu. Dengan demikian la membuat bagian lain dari salib itu terasa ringan dan mudah bagi kita, Atau, secara umum ini berarti bahwa kita harus mengikut Kristus dalam segala kekudusan dan ketaatan. Perhatikanlah, murid-murid Kristus harus belajar meneladani Guru mereka, dan bertingkah laku sesuai contoh yang Ia berikan, dan terus melaksanakannya dengan baik, apa pun salib yang menghalangi jalan mereka.**

(sumber: http://www.sarapanpagi.org/menyangkal-diri-dan-memikul-salib-vt339.html)